Program Studi Teknik Elektro Sang Juara Kampus Terbaik di Lampung, Universitas Teknokrat Indonesia Terbaik PTS ASEAN Edukasi Energi Terbarukan dan Bangun PLTMH di Desa Lugusari

Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Terbaik PTS ASEAN mengimplementasikan teknologi mikrohidro dan surya di Desa Lugusari, sekaligus mengedukasi pelajar tentang energi ramah lingkungan sebagai wujud dukungan SDG 4, sustainability, dan Green Campus.

Baca Juga : Membanggakan ! Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Jadi Speaker di Forum Internasional ASEAN Intel Student Forum Filipina

Pringsewu – Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Sang Juara Kampus Terbaik di Lampung sekaligus Universitas Teknokrat Indonesia Terbaik PTS ASEAN, kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis energi terbarukan di Desa Lugusari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2026, dengan melibatkan dosen serta mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa (Hima) Teknik Elektro. Program ini menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya kampus dalam mendukung pengembangan desa berkelanjutan melalui teknologi tepat guna.

PKM tersebut diawali dengan penandatanganan kerja sama antara Ketua Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia, Elka Pranita, M.T., dengan Sekretaris Desa Lugusari, Sumitro. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam penerapan inovasi energi bersih yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Implementasi Teknologi Energi Terbarukan di Area Persawahan

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tim PKM Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia mengimplementasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang dipasang di pintu air. Sistem ini dimanfaatkan untuk mendukung penerangan jalan di area persawahan, sehingga memudahkan aktivitas warga terutama pada malam hari.

Program ini merupakan hasil penerapan langsung pembelajaran mahasiswa dari mata kuliah Energi Baru Terbarukan dan Pembangkit Listrik, yang diimplementasikan dalam bentuk teknologi nyata di lapangan.

Selain membangun PLTMH, tim juga melakukan perawatan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang sebelumnya telah dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan irigasi persawahan. Perawatan dilakukan untuk memastikan perangkat bekerja optimal serta mampu digunakan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Tidak hanya fokus pada pembangunan energi terbarukan, kegiatan PKM juga menghadirkan program servis elektronik gratis bagi masyarakat Desa Lugusari. Layanan tersebut disambut antusias warga karena membantu memperbaiki peralatan elektronik rumah tangga yang mengalami kerusakan.

Edukasi Energi Ramah Lingkungan untuk Pelajar SMP

Sebagai bagian dari penguatan literasi energi, tim PKM turut melaksanakan kegiatan edukasi di SMP Negeri 2 Pagelaran Lugusari dengan mengusung tema Energi Baru Terbarukan. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya energi bersih, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Kegiatan edukasi tersebut didampingi oleh dosen Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia, yaitu Elka Pranita, M.T., Fika Trisnawatai, M.T., Sigit Doni Ramdhan, M.Eng., dan Anwar Sadat Faidar, M.T.. Sebanyak 20 mahasiswa Teknik Elektro turut aktif terlibat dalam seluruh rangkaian program, mulai dari instalasi teknologi hingga edukasi kepada pelajar.

Pembelajaran Mahasiswa yang Berdampak Nyata

Ketua Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia, Elka Pranita, M.T., menegaskan bahwa kegiatan PKM merupakan bentuk pembelajaran berbasis praktik yang memperkuat kompetensi mahasiswa.

“Kami terus mendorong mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat. Hal ini penting agar ilmu dan teknologi yang dipelajari di bangku kuliah dapat memberikan manfaat nyata, terutama dalam mendukung pemanfaatan energi terbarukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Elka.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya menguatkan keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga melatih kepemimpinan, komunikasi sosial, serta kepedulian terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Apresiasi Pemerintah Desa Lugusari

Sekretaris Desa Lugusari, Sumitro, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Teknokrat Indonesia dalam membantu masyarakat desa melalui program energi terbarukan.

“Kami sangat berterima kasih atas kontribusi Universitas Teknokrat Indonesia. Program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Lugusari, terutama untuk penerangan jalan persawahan, dukungan sistem irigasi, dan peningkatan wawasan pelajar mengenai energi terbarukan,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa seperti ini perlu terus dilanjutkan karena membawa dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Mendorong Sustainability melalui Energi Bersih

Penerapan teknologi PLTMH dan PLTS di Desa Lugusari juga memperkuat aspek keberlanjutan (sustainability) melalui penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Pemanfaatan energi mikrohidro dan surya membantu masyarakat mengurangi ketergantungan pada energi konvensional, sekaligus meningkatkan efisiensi aktivitas pertanian.

Teknologi ini menjadi solusi inovatif yang mendukung produktivitas desa, menciptakan efisiensi energi, serta menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan emisi karbon.

Selaras dengan Komitmen Green Campus Universitas Teknokrat Indonesia

Sebagai Sang Juara Kampus Terbaik di Lampung, Universitas Teknokrat Indonesia terus memperkuat implementasi konsep Green Campus melalui program-program berbasis energi bersih. Kegiatan PKM ini menjadi bentuk nyata bahwa kampus tidak hanya mengajarkan teori tentang energi terbarukan, tetapi juga mempraktikkannya langsung di masyarakat.

Transformasi pembelajaran yang mengintegrasikan inovasi teknologi, penguatan kompetensi mahasiswa, serta kepedulian terhadap lingkungan menunjukkan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia berperan strategis dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Dukungan Pimpinan Universitas Teknokrat Indonesia

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan pengabdian tersebut. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian berbasis teknologi merupakan praktik baik yang perlu diperluas.

“Kami bangga mahasiswa mampu memberikan praktik baik kepada masyarakat. Ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pembangunan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia akan terus memperkuat program-program pengabdian berbasis inovasi, terutama yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan isu global.