Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Kembangkan Smart Collar, Teknologi IoT untuk Pantau Kesehatan Sapi Secara Real Time

Inovasi karya mahasiswa Teknik Komputer ini menjadi solusi digital bagi peternak dalam memantau kondisi ternak secara akurat, efisien, dan berkelanjutan melalui sistem Internet of Things.

Bandar LampungUniversitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi teknologi yang berdampak bagi masyarakat. Melalui Center of Excellence (CoE) Smart Agriculture, Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung mengembangkan Digital Smart Collar, perangkat berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk memantau kesehatan ternak sapi secara real time.

Baca Juga: Magister Bahasa Inggris UTI, Kampus Terbaik di Lampung, Latih 100 Guru SMP Bandar Lampung Kembangkan Media Pembelajaran Berbasis AI

Inovasi ini merupakan karya mahasiswa Program Studi Teknik Komputer Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung, yaitu Deka Ramadani, Reza Isa Mahendra, dan Fadhlurrohman Penateh Mergo, di bawah bimbingan dosen Dedi Darwis dan Yuri Rahmanto. Teknologi tersebut dikembangkan sebagai solusi modern yang dapat membantu peternak dalam memantau kondisi kesehatan ternak secara lebih akurat, efisien, dan berkelanjutan.

Solusi Digital Monitoring Kesehatan Ternak

Digital Smart Collar dirancang sebagai perangkat wearable yang dipasang pada leher sapi dan dilengkapi berbagai sensor canggih. Perangkat ini mampu merekam sejumlah parameter penting, seperti aktivitas pergerakan, suhu tubuh, serta pola perilaku ternak.

Data yang diperoleh dari sensor kemudian dikirimkan melalui jaringan Internet of Things (IoT) menuju sistem monitoring digital. Melalui sistem tersebut, peternak dapat memantau kondisi ternak secara langsung melalui perangkat gawai maupun dashboard digital yang terintegrasi.

“Teknologi ini membantu peternak memperoleh informasi kondisi ternak secara cepat dan akurat. Dengan sistem digital, proses pemantauan menjadi jauh lebih efisien dibandingkan metode pemeriksaan manual,” ujar Dedi Darwis, dosen pembimbing penelitian.

Selain berfungsi sebagai alat pemantau, Smart Collar juga dilengkapi dengan fitur early warning system yang mampu memberikan notifikasi otomatis apabila terdeteksi kondisi abnormal pada ternak. Fitur ini memungkinkan peternak mengambil tindakan lebih cepat sebelum gangguan kesehatan berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Pengembangan Teknologi Hingga Versi Ketiga

Pengembangan Digital Smart Collar telah dimulai sejak tahun 2023 dan saat ini telah memasuki versi ketiga. Pada versi terbaru, tim peneliti melakukan sejumlah penyempurnaan teknologi, mulai dari peningkatan akurasi sensor, efisiensi konsumsi daya, hingga stabilitas transmisi data.

Selain itu, pengembangan juga dilakukan pada tampilan dashboard monitoring agar lebih informatif dan mudah digunakan oleh peternak. Sistem ini dirancang lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan peternakan di Indonesia sehingga dapat diterapkan secara optimal baik pada peternakan tradisional maupun modern.

Dukungan Pendanaan untuk Hilirisasi Riset

Pengembangan Smart Collar juga memperoleh dukungan dari pemerintah. Pada tahun 2025, riset ini mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui program SINERGI.

Dukungan tersebut membuka peluang bagi proses hilirisasi inovasi, sehingga teknologi yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat diimplementasikan secara luas oleh masyarakat.

“Riset ini diarahkan agar menjadi produk yang benar-benar dapat dimanfaatkan oleh peternak. Harapannya, teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan ternak sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi,” jelas Dedi.

Dipamerkan dalam Expo Akademik 2026

Inovasi Digital Smart Collar turut dipamerkan dalam Expo Akademik Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung 2026 yang berlangsung pada 21–22 Januari 2026. Produk tersebut menarik perhatian pengunjung karena menawarkan solusi nyata terhadap permasalahan kesehatan ternak yang selama ini menjadi tantangan bagi peternak.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung, Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dihasilkan mahasiswa dan dosen tersebut.

“Smart Collar menunjukkan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung dalam menghasilkan inovasi teknologi yang memberikan dampak langsung bagi peternak serta mendukung penguatan sektor pertanian nasional,” ujar Nasrullah.

Ia menambahkan, Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung akan terus memperkuat peran Center of Excellence sebagai pusat pengembangan riset terapan dan hilirisasi teknologi, sehingga berbagai inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Pengembangan Smart Collar juga menjadi implementasi nyata Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Dalam proses pengembangannya, mahasiswa terlibat secara aktif dalam riset terapan berbasis kebutuhan industri dan masyarakat.

Melalui pendekatan project-based learning, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam merancang, menguji, hingga menyempurnakan teknologi yang memiliki manfaat nyata di lapangan. Model pembelajaran ini membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi teknis, kemampuan riset, serta inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri digital.

Mendorong Keberlanjutan dan Green Campus

Pemanfaatan teknologi Smart Collar juga mendukung prinsip keberlanjutan (sustainability) dalam sektor peternakan. Sistem pemantauan berbasis data memungkinkan pengelolaan ternak yang lebih efisien, meminimalkan risiko kerugian akibat penyakit, serta meningkatkan produktivitas peternakan.

Inovasi ini sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung sebagai kampus yang mengusung konsep Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan serta mendukung implementasi Green Campus.

Melalui pengembangan teknologi seperti Smart Collar, Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga menjadi pusat inovasi teknologi yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Universitas Teknokrat Indonesia Peringkat Pertama Kampus Swasta Terbaik di Lampung Versi Webometrics 2026