Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung, Kembangkan Smart Collar, Teknologi IoT Pemantau Kesehatan Sapi Secara Real Time

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia, yang dikenal sebagai kampus terbaik di Lampung, terus memperkuat peranannya dalam transformasi digital di sektor pertanian dan peternakan. Melalui Center of Excellence (CoE) Smart Agriculture, kampus ini mengembangkan Digital Smart Collar, perangkat pintar berbasis IoT yang memantau kesehatan ternak sapi secara real-time.

Baca Juga: Universitas Teknokrat Indonesia Peringkat Pertama Kampus Swasta Terbaik di Lampung Versi Webometrics 2026

Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa Program Studi Teknik Komputer, yakni Deka Ramadani, Reza Isa Mahendra, dan Fadhlurrohman Penateh Mergo, di bawah bimbingan dosen Dedi Darwis dan Yuri Rahmanto.

“Smart Collar membantu peternak memantau kesehatan ternak secara akurat dan cepat, sehingga mencegah keterlambatan penanganan yang bisa merugikan,” ujar Dedi Darwis.

Solusi Digital Monitoring Kesehatan Ternak

Digital Smart Collar dipasang pada leher sapi dan dilengkapi sensor canggih yang mampu merekam aktivitas, suhu tubuh, dan pola perilaku ternak. Data dikirim secara otomatis melalui jaringan IoT ke sistem monitoring digital, sehingga peternak dapat memantau kondisi sapi secara langsung melalui smartphone atau tablet.

Perangkat ini juga memiliki early warning system, memberi notifikasi ketika terdeteksi kondisi abnormal. Fitur ini memungkinkan tindakan cepat untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.

Versi Ketiga Lebih Adaptif dan Efisien

Pengembangan versi ketiga sejak 2023 menghadirkan peningkatan akurasi sensor, efisiensi energi, stabilitas transmisi data, serta dashboard monitoring yang lebih interaktif dan mudah digunakan. Sistem ini juga dirancang adaptif terhadap kondisi peternakan di Indonesia, baik skala tradisional maupun modern.

Dukungan Pemerintah dan Hilirisasi Riset

Pada 2025, pengembangan Smart Collar memperoleh dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui program SINERGI, yang memungkinkan riset ini hilirisasi menjadi produk siap pakai bagi peternak.

“Inovasi ini diarahkan untuk memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan ternak,” tambah Dedi.

Dipamerkan dalam Expo Akademik 2026

Digital Smart Collar juga dipamerkan dalam Expo Akademik UTI 2026 pada 21–22 Januari 2026, menarik perhatian pengunjung karena menawarkan solusi nyata atas tantangan kesehatan ternak yang selama ini menjadi masalah bagi peternak.

Rektor HM Nasrullah Yusuf memberikan apresiasi:

“Smart Collar menunjukkan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam menghasilkan inovasi teknologi yang memberi dampak langsung bagi masyarakat dan penguatan sektor pertanian nasional,” ujarnya.

Mendukung SDG 4, Sustainability, dan Green Campus

Pengembangan Smart Collar mendukung SDG 4 (Quality Education) karena mahasiswa terlibat aktif dalam riset berbasis proyek yang mengintegrasikan teori, teknologi, dan praktik langsung di lapangan. Metode pembelajaran ini membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis, riset, inovasi, dan kewirausahaan teknologi.

Selain itu, inovasi ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan (sustainability), karena meningkatkan efisiensi pengelolaan ternak, mengurangi risiko kerugian, dan memperkuat ketahanan sektor pertanian. Konsep Green Campus UTI tercermin dari riset ramah lingkungan, efisiensi energi, dan optimalisasi sumber daya dalam pengembangan teknologi.

Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan

Pengembangan Smart Collar menegaskan visi Universitas Teknokrat Indonesia sebagai Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan (KIBB). Kampus berperan sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi kreatif, relevan, dan ramah lingkungan untuk masyarakat, sekaligus menyiapkan lulusan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan industri 4.0.

Dengan inovasi ini, Universitas Teknokrat Indonesia membuktikan peran strategisnya dalam pendidikan berkualitas, pembangunan berkelanjutan, dan penguatan konsep green campus yang sejalan dengan agenda global SDGs.