Mahasiswa Sistem Informasi Teknokrat Kembangkan Aplikasi SIPNONA untuk Polda Lampung, Dukung Transformasi Digital dan SDGs

Bandar Lampung – Komitmen Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus terbaik di Lampung dalam mencetak lulusan unggul kembali dibuktikan melalui karya inovatif mahasiswa. Kali ini, mahasiswa Program Studi S1 Sistem Informasi berhasil mengembangkan aplikasi kepegawaian berbasis digital untuk pegawai non-ASN di lingkungan Polda Lampung yang diberi nama SIPNONA (Sistem Informasi Pegawai Non-ASN).

Baca juga : Dorong Generasi Melek Energi Terbarukan, Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Gelar Workshop Panel Surya di SMAN Olahraga Metro

Aplikasi tersebut dikembangkan oleh Juhen Hendry sebagai bagian dari tugas akhir sekaligus implementasi kompetensi akademik selama masa perkuliahan. Pengembangan dilakukan secara menyeluruh di bawah bimbingan Dr. Sc. Dedi Darwis, M.Kom., mulai dari analisis kebutuhan pengguna, perancangan sistem, pembangunan aplikasi, hingga tahap implementasi di instansi.

SIPNONA hadir sebagai solusi atas kebutuhan pengelolaan data pegawai non-ASN yang sebelumnya masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi secara optimal. Melalui sistem ini, proses administrasi dapat dilakukan secara digital, mencakup pendataan pegawai, pengelolaan dokumen, pengelompokan unit kerja, pemantauan status kepegawaian, hingga penyusunan laporan yang lebih cepat dan akurat.

Sosialisasi penggunaan aplikasi dilaksanakan pada Senin, 27 April 2026, di Ruang Rapat Utama Polda Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai satuan kerja, termasuk Polda, Polres, dan Polresta se-Lampung. Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi diskusi dan uji coba langsung aplikasi.

Kepala Biro SDM Polda Lampung, Kombes Pol Dr. Ariefaldi Warganegara, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dihasilkan.

“Kami sangat mengapresiasi pengembangan SIPNONA ini. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja pegawai non-ASN serta menciptakan pengelolaan administrasi yang lebih tertib, efisien, dan akurat,” ujarnya.

Dosen pembimbing, Dr. Sc. Dedi Darwis, M.Kom., menegaskan bahwa proyek ini menjadi bukti kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan aspek teknis dan nonteknis secara seimbang.

“Mahasiswa tidak hanya menguasai pemrograman, tetapi juga mampu memahami kebutuhan pengguna, berkomunikasi secara profesional, serta menghasilkan sistem yang siap digunakan secara nyata,” jelasnya.

Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan efektivitas pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia. Metode ini mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya inovatif yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi masyarakat dan instansi.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Kami bangga atas keberhasilan mahasiswa dan dosen pembimbing dalam mengembangkan aplikasi SIPNONA. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa Teknokrat mampu menghadirkan inovasi digital yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, aplikasi SIPNONA direncanakan akan terus dikembangkan dengan penambahan berbagai fitur, seperti dashboard analitik, notifikasi otomatis, integrasi dokumen digital, sistem penilaian kinerja, serta dukungan aplikasi berbasis mobile guna meningkatkan kualitas layanan kepegawaian.

Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Inovasi yang dihasilkan mahasiswa ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:

SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
Pengembangan SIPNONA menjadi bukti implementasi pembelajaran berbasis praktik yang mendorong mahasiswa menghasilkan solusi nyata sesuai kebutuhan dunia kerja.

SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure)
Aplikasi ini merupakan bentuk inovasi digital yang mendukung transformasi sistem administrasi di instansi pemerintah menuju layanan yang lebih modern dan efisien.

SDG 16 – Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions)
SIPNONA berkontribusi dalam menciptakan tata kelola administrasi yang lebih transparan, akuntabel, dan terstruktur melalui pemanfaatan teknologi informasi.