Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Teknokrat Indonesia Terpilih sebagai International Speaker di The 8th Summer School 2026

Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Kampus Berdampak Terbaik di Lampung, di kancah akademik internasional. Amaka Diana Ojukwu, mahasiswa Program Studi S1 Sistem Informasi, berhasil terpilih sebagai International Speaker dalam kegiatan The 8th Summer School 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Lampung (Unila).

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Program Studi S1 Sistem Informasi Universitas Teknokrat Indonesia. Prestasi Amaka menunjukkan bahwa mahasiswa Sistem Informasi tidak hanya memiliki potensi di bidang teknologi dan bisnis, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, bahasa asing, serta menyampaikan gagasan akademik dalam forum internasional.

Baca juga : Semarak Senam Zumba One Walk One Spirit, Universitas Teknokrat Indonesia Ajak Sivitas Akademika Terapkan Gaya Hidup Sehat

Amaka berhasil lolos melalui proses seleksi paper yang kompetitif. Dari seluruh karya ilmiah yang masuk, hanya 50 paper yang dinyatakan lolos untuk mengikuti kegiatan tersebut. Universitas Teknokrat Indonesia berhasil meloloskan tiga mahasiswa sekaligus dari program studi berbeda untuk berpartisipasi dalam forum akademik yang mempertemukan peserta dari berbagai negara.

Selain Amaka Diana Ojukwu dari Program Studi S1 Sistem Informasi, dua mahasiswa UTI lainnya yang turut terpilih sebagai International Speaker adalah Sean Cassius Kevin dari Program Studi S1 Sastra Inggris dan Rizky Ramadhani dari Program Studi S1 Manajemen.

Ketiganya mengangkat topik “Between Global Forces and Local Realities: Examining How Communities Respond to the Pressure of Globalization.” Topik tersebut membahas hubungan antara kekuatan global dan realitas lokal, khususnya bagaimana masyarakat merespons berbagai tekanan yang muncul akibat proses globalisasi.

Topik ini mencerminkan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam memahami dinamika masyarakat di tengah perkembangan dunia yang semakin terhubung. Perubahan global tidak hanya berdampak pada aspek sosial dan politik, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan teknologi, sistem informasi, serta kemampuan masyarakat dalam beradaptasi terhadap berbagai perubahan.

Bagi mahasiswa Sistem Informasi, keterlibatan dalam forum akademik internasional menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, melakukan kajian ilmiah, serta menyampaikan gagasan kepada audiens dengan latar belakang dan perspektif yang beragam.

Kaprodi Sistem Informasi Bangga atas Prestasi Mahasiswa

Ketua Program Studi S1 Sistem Informasi Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Damayanti, S.Kom., M.Kom., menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian Amaka Diana Ojukwu yang berhasil menembus forum akademik internasional. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Sistem Informasi memiliki potensi dan kompetensi yang dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, tidak terbatas pada teknologi dan bisnis.

“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi Program Studi Sistem Informasi. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Sistem Informasi tidak hanya unggul dalam bidang teknologi dan bisnis, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, khususnya bahasa asing, serta menyampaikan gagasan akademik di forum internasional. Kemampuan tersebut menjadi nilai tambah yang penting bagi mahasiswa Sistem Informasi untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan persaingan global,” ungkap Dr. Damayanti.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa Sistem Informasi perlu memiliki kompetensi yang seimbang. Selain menguasai teknologi dan memahami proses bisnis, mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan analitis, komunikasi, serta bahasa asing agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang semakin dinamis.

Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing merupakan salah satu modal penting bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, dan berkolaborasi dengan masyarakat akademik internasional.

“Mahasiswa Sistem Informasi perlu memiliki kompetensi yang seimbang, baik dari sisi penguasaan teknologi, pemahaman bisnis, kemampuan analitis, maupun komunikasi. Dengan kombinasi kompetensi tersebut, lulusan Sistem Informasi diharapkan mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri sekaligus memiliki daya saing di tingkat global,” tambahnya.

Dr. Damayanti berharap pencapaian Amaka dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Sistem Informasi lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kemampuan bahasa asing, aktif menghasilkan karya ilmiah, serta berani mengambil peluang dalam berbagai kegiatan akademik berskala nasional maupun internasional.

Forum Akademik Internasional dengan Peserta dari Berbagai Negara

The 8th Summer School 2026 mengusung tema “Southeast Asia and Southeast Europe: Strengthening Multidisciplinary & Transdisciplinary Studies in Social and Political Sciences.” Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan akademik yang mempertemukan peserta dari Indonesia dengan delegasi internasional dari Kroasia, Filipina, dan Singapura.

Keberhasilan Amaka Diana Ojukwu dalam seleksi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi S1 Sistem Informasi Universitas Teknokrat Indonesia memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam diskusi akademik lintas disiplin. Hal ini sekaligus memperlihatkan pentingnya pengembangan kompetensi mahasiswa yang memadukan kemampuan teknologi, pemahaman bisnis, keterampilan komunikasi, dan wawasan global.

Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik dan profesional, memperluas jejaring, serta menghasilkan prestasi yang memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Prestasi Amaka Diana Ojukwu menjadi kebanggaan Program Studi S1 Sistem Informasi Universitas Teknokrat Indonesia sekaligus bukti bahwa mahasiswa Sistem Informasi mampu memperluas kiprahnya hingga ke forum internasional. Capaian ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus belajar, berkarya, dan meningkatkan daya saing di tengah perkembangan teknologi serta persaingan global.