Mahasiswa Informatika Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara II Nasional LKTI-N GELORA API 2026 Lewat Inovasi E-Learning Berbasis EEG dan Kecerdasan Buatan

 

Bandar Lampung, 10 Oktober 2026 – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), yang dikenal sebagai ASEAN’s Best Private University dan perguruan tinggi swasta berprestasi di tingkat nasional, kembali menorehkan capaian membanggakan. Dua mahasiswa Program Studi Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), yakni Akbar Vabiansyah dan Ferdi Kurniawan, meraih Juara II Nasional dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTI-N) GELORA API 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Siliwangi, Tasikmalaya.

Keduanya mengharumkan nama kampus melalui karya ilmiah berjudul “Sistem Rekomendasi E-Learning Terpersonalisasi Menggunakan Multimodal Knowledge Graph dan Pendeteksi Fokus Gelombang Otak”. Dalam kompetisi ini, mereka dibimbing oleh dosen Program Studi S-1 Informatika, Dr. Heni Sulistiani, M.Kom.

Diikuti 131 Peserta, Tujuh Tim Terbaik Melaju ke Babak Final

LKTI-N GELORA API 2026 mengusung tema “Optimalisasi Pembelajaran Adaptif dalam Era Pendidikan Digital melalui Pendekatan Deep Learning”. Ajang ini diikuti oleh 131 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melalui tahap seleksi, tujuh tim terbaik ditetapkan sebagai finalis untuk mempresentasikan serta mempertahankan gagasan ilmiah mereka di hadapan dewan juri.

Raihan Juara II Nasional ini menjadi bukti kemampuan mahasiswa Informatika UTI dalam mengembangkan gagasan berbasis teknologi, memadukan pengetahuan lintas bidang, dan merumuskan solusi atas tantangan pendidikan di era digital.

Menjawab Tantangan Pembelajaran Digital yang Seragam

Gagasan Akbar dan Ferdi berangkat dari persoalan yang kerap dijumpai pada platform pembelajaran digital (e-learning). Pada banyak sistem, materi disajikan dengan pola yang relatif sama bagi seluruh pengguna, padahal setiap mahasiswa memiliki kebutuhan, kemampuan, dan kondisi belajar yang berbeda.

Tingkat kesulitan materi yang dihadapi mahasiswa pun beragam. Saat materi menjadi semakin kompleks atau perhatian pengguna berubah, format penyajian yang sama belum tentu menjadi pilihan terbaik bagi semua orang.

Untuk menjawab persoalan itu, keduanya mengusulkan rancangan sistem rekomendasi pembelajaran yang mampu menyesuaikan format materi berdasarkan indikator atensi pengguna. Sistem ini memadukan dua komponen utama:

  • Electroencephalography (EEG), teknologi yang merekam aktivitas listrik otak.
  • Multimodal Knowledge Graph (MMKG), representasi pengetahuan yang menghubungkan beragam informasi dan sumber belajar, seperti teks, video, dan audio.

Perpaduan keduanya dirancang untuk menghubungkan informasi mengenai kondisi belajar pengguna dengan alternatif materi yang tersedia, sehingga sistem diharapkan dapat merekomendasikan format pembelajaran yang lebih sesuai dengan perubahan kondisi belajar.

Baca Juga : KAMPUS BERDAMPAK !! Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Bimbingan Intensif dan Tryout TKA di SMAN 15 Bandar Lampung, Bantu Siswa Siapkan Diri Masuk Perguruan Tinggi

Memanfaatkan Sinyal EEG dan Multimodal Knowledge Graph

Salah satu aspek utama penelitian ini adalah penggunaan sinyal EEG untuk memperoleh indikator yang berkaitan dengan atensi. Dalam rancangan yang diajukan, sinyal dari kanal frontal Fp1 dan Fp2 diolah untuk menghitung rasio Theta/Beta atau Theta/Beta Ratio (TBR).

Nilai TBR menjadi salah satu masukan dalam mekanisme rekomendasi. Sistem dirancang menghubungkan perubahan indikator tersebut dengan alternatif penyajian materi yang telah disiapkan berdasarkan aturan dan ambang batas tertentu. Sebagai contoh, apabila indikator menunjukkan perubahan kondisi atensi sesuai skenario yang ditetapkan, sistem dapat menyarankan materi dalam bentuk yang lebih ringkas atau alternatif audiovisual. Tujuannya, pengguna tetap dapat mengakses materi melalui format yang berbeda tanpa kehilangan keterkaitan dengan konsep utama yang sedang dipelajari.

Di sisi lain, Multimodal Knowledge Graph berperan mengorganisasi hubungan antarmateri dan berbagai sumber belajar. Melalui struktur pengetahuan ini, perpindahan dari satu format ke format lain dirancang tetap terhubung secara semantik dan relevan dengan topik yang dipelajari.

Keunggulan gagasan ini terletak pada upaya menggabungkan pemanfaatan indikator atensi dengan pengelolaan pengetahuan multimodal. Pendekatan tersebut membuka peluang bagi pengembangan sistem pembelajaran yang tidak hanya menyajikan materi digital, tetapi juga mempertimbangkan konteks pengguna dan keterkaitan antarsumber belajar.

Meski demikian, rancangan ini masih memerlukan pengujian empiris lebih lanjut untuk menilai akurasi deteksi atensi, ketepatan rekomendasi, kenyamanan pengguna, serta dampaknya terhadap hasil belajar.

Menggunakan Design Science Research Methodology

Dalam penyusunan gagasan ini, Akbar dan Ferdi menerapkan Design Science Research Methodology (DSRM), yaitu pendekatan yang digunakan untuk merancang solusi atas suatu permasalahan melalui pengembangan artefak atau model yang dapat dievaluasi.

Penelitian difokuskan pada perancangan konseptual dan simulasi logika sistem, mencakup hubungan antara indikator atensi, struktur pengetahuan multimodal, dan mekanisme pemilihan format materi. Melalui pendekatan ini, keduanya berupaya menunjukkan bahwa sistem rekomendasi dapat dirancang lebih dinamis dibandingkan penyajian materi yang sepenuhnya statis. Evaluasi konseptual menjadi tahap awal untuk menilai kelayakan rancangan sebelum pengembangan dan pengujian lanjutan dilakukan.

Proses penelitian ini juga mencerminkan penerapan kompetensi Informatika, mulai dari mengidentifikasi masalah, mempelajari pendekatan yang relevan, menyusun arsitektur solusi, hingga mengomunikasikan hasil pemikiran secara ilmiah. Pengalaman semacam ini penting bagi mahasiswa karena menghubungkan teori komputasi dengan kebutuhan nyata di bidang pendidikan dan teknologi digital.

Peran Dosen Pembimbing dalam Riset Informatika yang Berorientasi Solusi

Di bawah bimbingan Dr. Heni Sulistiani, M.Kom., karya Akbar dan Ferdi menjadi contoh pengembangan gagasan mahasiswa yang memadukan sistem informasi, kecerdasan buatan, pemodelan pengetahuan, dan pemrosesan sinyal.

Pendampingan dosen berperan penting dalam membantu mahasiswa merumuskan masalah penelitian, menelaah referensi ilmiah, menentukan pendekatan yang tepat, serta menyusun argumentasi secara sistematis. Keikutsertaan dalam lomba karya tulis ilmiah juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menulis akademik, berpresentasi, dan mempertahankan gagasan berdasarkan landasan ilmiah.

Melalui kegiatan penelitian dan kompetisi, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami perkembangan teknologi, tetapi juga mampu mengenali persoalan yang dapat diselesaikan melalui pendekatan ilmiah dan inovasi yang bertanggung jawab.

Wakil Rektor I UTI: Prestasi Ini Kebanggaan Kampus

Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Akbar Vabiansyah dan Ferdi Kurniawan. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan potensi mahasiswa UTI dalam melahirkan gagasan inovatif yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, selamat dan sukses kepada Akbar Vabiansyah dan Ferdi Kurniawan atas keberhasilan meraih Juara II Nasional dalam LKTI-N GELORA API 2026. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Universitas Teknokrat Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menghasilkan gagasan inovatif yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat,” ujar Mahathir.

Ia menilai penelitian yang memadukan indikator gelombang otak, sistem rekomendasi, dan Multimodal Knowledge Graph merupakan gagasan menarik yang layak dikembangkan lebih jauh dalam bidang teknologi pendidikan.

“Gagasan yang menghubungkan informasi mengenai kondisi belajar dengan rekomendasi materi digital menunjukkan keberanian mahasiswa dalam mengeksplorasi pendekatan teknologi yang baru. Kami mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan budaya riset, berpikir kritis, dan berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional dengan pendampingan dosen,” tambahnya.

Mahathir turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dr. Heni Sulistiani, M.Kom., atas pendampingan yang diberikan selama proses pengembangan karya ilmiah. Ia berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk aktif mengikuti penelitian, kompetisi ilmiah, dan kegiatan inovasi sebagai bagian dari pengembangan kompetensi akademik dan profesional.

Memperkuat Budaya Riset dan Inovasi

Prestasi Akbar dan Ferdi menambah daftar capaian mahasiswa UTI di bidang penelitian dan inovasi teknologi. Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa Informatika dapat berkontribusi menjawab tantangan transformasi digital melalui gagasan yang disusun dengan pendekatan ilmiah.

UTI terus mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan teknologi, kreativitas, dan keberanian menyampaikan gagasan. Kompetisi ilmiah menjadi salah satu sarana untuk melatih mahasiswa merumuskan masalah, mengembangkan solusi, dan menguji relevansi gagasan dalam forum akademik. Melalui sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan lingkungan akademik, kampus berharap lahir lebih banyak inovasi yang bermanfaat bagi pendidikan, industri, dan masyarakat.

Dukungan terhadap Pencapaian SDGs

Keberhasilan mahasiswa Informatika UTI dalam LKTI-N GELORA API 2026 sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs):

SDG 4 – Pendidikan Berkualitas. Gagasan sistem rekomendasi e-learning terpersonalisasi berkaitan dengan upaya menghadirkan pembelajaran digital yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna. Pengembangan teknologi pendidikan yang tepat guna berpotensi mendukung pengalaman belajar yang lebih relevan serta memperluas pilihan penyajian materi.

SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Penelitian ini mencerminkan eksplorasi inovasi di bidang Informatika melalui integrasi EEG, pemodelan pengetahuan multimodal, dan mekanisme rekomendasi. Pengembangan serta pengujian lanjutan atas gagasan ini dapat berkontribusi pada inovasi teknologi pendidikan.

SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Pemanfaatan indikator EEG dalam rancangan penelitian berkaitan dengan upaya memahami perubahan kondisi atensi selama pembelajaran. Namun, karena penelitian ini masih berupa rancangan konseptual dan simulasi logika sistem, manfaatnya bagi kesehatan atau kesejahteraan belajar belum dapat disimpulkan tanpa pengujian lebih lanjut.

Melalui keterkaitan tersebut, UTI mendorong pengembangan riset mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan relevansi teknologi, kebutuhan pengguna, dan potensi kontribusinya bagi masyarakat.

Kampus Berdampak, Mendorong Mahasiswa Berani Berinovasi

Raihan Juara II Nasional ini menjadi motivasi bagi mahasiswa UTI untuk terus mengembangkan potensi diri melalui penelitian, kompetisi, dan inovasi teknologi. Prestasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa berani mengajukan gagasan, bekerja sama dengan dosen pembimbing, dan mengembangkan solusi bagi persoalan masyarakat.

UTI berkomitmen memperkuat budaya riset dan pengembangan kompetensi agar mahasiswa tumbuh menjadi talenta digital yang kritis, kreatif, adaptif, dan bertanggung jawab. Dengan semangat inovasi dan pembelajaran berkelanjutan, mahasiswa diharapkan terus menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan dan teknologi di Indonesia.

Universitas Teknokrat Indonesia – Kampus Berdampak, Kampusnya Sang Juara!