Kampus Berdampak! Universitas Teknokrat Indonesia Jajaki Kemitraan Strategis dengan Dinas PMD Pesawaran untuk Percepat Transformasi Digital Desa

Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), yang dikenal sebagai ASEAN’s Best Private University dan salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di luar Pulau Jawa, terus memperluas perannya sebagai kampus yang berdampak bagi masyarakat. Langkah nyata terbaru adalah penjajakan kerja sama strategis dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pesawaran. Kerja sama ini bertujuan memperkuat pemberdayaan masyarakat dan tata kelola pemerintahan desa, serta mengembangkan potensi ekonomi dan pariwisata berbasis teknologi.

Kunjungan Resmi Jadi Momentum Awal Kolaborasi

Penjajakan ini diawali dengan kunjungan resmi Kepala Dinas PMD Kabupaten Pesawaran, Jayadi Yasa, S.STP., M.I.P., bersama jajarannya ke kampus UTI pada 15 Oktober 2026. Kunjungan tersebut menjadi titik awal kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi desa yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.

Rombongan Dinas PMD disambut oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UTI, Dr. Sampurna Dadi Riskiono, S.Kom., M.Eng., dan Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Ryan Randy Suryono, S.Kom., M.Kom.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan keahlian akademik, teknologi, dan sumber daya manusia perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan pembangunan desa di Kabupaten Pesawaran.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan antara universitas dan pemerintah daerah. Lebih dari itu, kerja sama ini diharapkan melahirkan program yang manfaatnya langsung dirasakan aparatur desa, pelaku usaha desa, pengelola destinasi wisata, dan masyarakat luas.

BORONG JUARA !! Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Raih Empat Gelar Juara di EEC in Action XXV Universitas Lampung

Enam Program Unggulan untuk Memajukan Desa

Sebagai tindak lanjut penjajakan, UTI dan Dinas PMD Kabupaten Pesawaran merencanakan enam bidang kolaborasi strategis. Keenamnya dirancang memadukan inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan potensi ekonomi lokal.

1. Pengembangan Aplikasi Smart Village
Program pertama berfokus pada pengembangan aplikasi Smart Village untuk mendigitalkan tata kelola pemerintahan desa. Sistem ini direncanakan meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keterpaduan layanan serta pengelolaan administrasi desa. Dengan melibatkan dosen dan mahasiswa UTI, aplikasi akan disesuaikan dengan kebutuhan desa sehingga tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif dan mudah digunakan.

2. Workshop Pengelolaan Keuangan Desa
Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa agar mampu mengelola keuangan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih kuat tentang tata kelola keuangan yang baik, sehingga pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran desa menjadi lebih efektif dan bertanggung jawab.

3. Pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
UTI merencanakan pendampingan bagi BUMDes untuk memperkuat pengelolaan usaha, mendorong inovasi, dan meningkatkan daya saing ekonomi desa. Pendampingan ini diharapkan membantu BUMDes mengoptimalkan potensi lokal, mengembangkan model usaha yang sesuai kebutuhan masyarakat, dan memperluas peluang ekonomi produktif. Dengan pengelolaan yang lebih baik, BUMDes berpotensi menjadi penggerak ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga desa.

4. Pelatihan Bahasa Inggris bagi Pengelola Desa Wisata
Untuk mendukung pengembangan pariwisata, kerja sama ini mencakup pelatihan bahasa Inggris bagi sumber daya manusia yang mengelola desa wisata. Pelatihan direncanakan berlangsung dengan dukungan dosen dan tenaga pengajar Pusat Bahasa UTI. Kemampuan bahasa Inggris yang lebih baik diharapkan meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan mancanegara, menumbuhkan kepercayaan diri pelaku wisata lokal, dan memperluas promosi destinasi wisata Pesawaran ke pasar yang lebih luas.

5. Pengembangan Metaverse untuk Promosi Pariwisata Pesawaran
Program berikutnya memanfaatkan teknologi metaverse sebagai media promosi inovatif bagi destinasi wisata Kabupaten Pesawaran. Pendekatan digital ini diharapkan membuat potensi wisata daerah lebih interaktif dan menarik. Promosi berbasis metaverse juga dapat menjadi alternatif untuk memperluas jangkauan informasi destinasi, menghadirkan pengalaman menjelajah secara virtual, dan memperkuat daya tarik wisata Pesawaran di tengah perkembangan teknologi digital.

6. Pendampingan Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG)
Program keenam difokuskan pada pendampingan pengembangan dan penerapan Teknologi Tepat Guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mendukung kegiatan ekonomi warga, dan mengoptimalkan sumber daya lokal. Dengan pendampingan yang tepat, inovasi teknologi dapat diarahkan agar memberi manfaat praktis dan mendukung peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Keenam program ini merupakan bagian dari upaya membangun kolaborasi yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat. Pelaksanaannya direncanakan bertahap, menyesuaikan hasil koordinasi, kebutuhan pemerintah daerah, dan kesiapan masing-masing program.

Wakil Rektor: Perguruan Tinggi Harus Hadir Memberi Solusi Nyata

Wakil Rektor UTI, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyambut baik kunjungan Kepala Dinas PMD Kabupaten Pesawaran beserta jajaran. Menurutnya, penjajakan ini sejalan dengan komitmen UTI untuk tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Alhamdulillah, kami sangat menyambut baik kunjungan Kepala Dinas PMD Kabupaten Pesawaran, Bapak Jayadi Yasa, beserta jajaran ke Universitas Teknokrat Indonesia. Ini sejalan dengan visi kami sebagai kampus berdampak yang harus hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan desa,” ujar Mahathir.

Mahathir menjelaskan bahwa keenam program yang direncanakan mencerminkan peluang pemanfaatan kompetensi perguruan tinggi untuk menjawab beragam kebutuhan pembangunan desa, mulai dari digitalisasi tata kelola, penguatan ekonomi lokal, peningkatan keterampilan sumber daya manusia, hingga inovasi promosi pariwisata.

“Program yang direncanakan, mulai dari pengembangan Smart Village, pendampingan BUMDes, pelatihan bahasa Inggris untuk desa wisata, hingga pemanfaatan metaverse dalam promosi pariwisata, merupakan bentuk komitmen kami untuk menghubungkan keunggulan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia siap berkontribusi melalui keilmuan, teknologi, dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi desa,” ungkapnya.

Ia berharap penjajakan ini berlanjut menjadi program kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah akan membantu potensi desa di Kabupaten Pesawaran berkembang lebih optimal. Mahathir juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas PMD Kabupaten Pesawaran atas kepercayaan dan keterbukaan dalam menjajaki kerja sama dengan UTI.

Mahathir menambahkan dukungannya terhadap rencana kolaborasi tersebut.

“Kami meyakini bahwa kemajuan desa tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Perguruan tinggi memiliki ilmu pengetahuan, riset, dan sumber daya manusia muda yang energik, sementara pemerintah daerah memahami kebutuhan masyarakat di lapangan. Ketika keduanya bersatu, hasilnya akan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Karena itu, kami mendukung penuh kerja sama ini dan siap mengawalnya hingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Pesawaran,” tegasnya.

Sinergi Kampus dan Pemerintah Daerah untuk Desa yang Lebih Berdaya

Kolaborasi UTI dan Dinas PMD Kabupaten Pesawaran menunjukkan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. Lewat pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi dapat membantu pemerintah daerah mengidentifikasi kebutuhan, merancang solusi, dan meningkatkan kapasitas masyarakat.

Dalam pembangunan desa, penerapan teknologi digital perlu diiringi peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan penguatan kelembagaan ekonomi lokal. Karena itu, rencana kerja sama ini memadukan aspek teknologi, tata kelola, kewirausahaan, bahasa, dan pariwisata dalam satu kerangka pengembangan yang saling menguatkan.

UTI berharap kolaborasi ini membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung, sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat desa untuk memanfaatkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan mereka. Melalui pendekatan kolaboratif ini, potensi desa di Kabupaten Pesawaran diharapkan semakin berkembang, baik dalam pelayanan publik, kegiatan ekonomi produktif, maupun promosi pariwisata berbasis teknologi.

Dukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)

Penjajakan kerja sama ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs):

  • SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Pendampingan BUMDes, pengembangan usaha berbasis potensi lokal, dan penerapan Teknologi Tepat Guna diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi desa, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.
  • SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Pengembangan aplikasi Smart Village dan pemanfaatan metaverse untuk promosi pariwisata mendorong penggunaan inovasi dan teknologi digital dalam mendukung pembangunan daerah.
  • SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan): Pengembangan desa cerdas, peningkatan kualitas pengelolaan destinasi wisata, dan pemberdayaan masyarakat turut memperkuat kapasitas komunitas serta mendorong pengembangan wilayah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
  • SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Rencana kemitraan antara UTI dan Dinas PMD Kabupaten Pesawaran mencerminkan semangat kolaborasi. Sinergi dunia pendidikan dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting untuk mengoptimalkan sumber daya, berbagi pengetahuan, dan menghasilkan program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penutup

Melalui penjajakan ini, UTI menegaskan komitmennya memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan yang menghadirkan pendidikan, teknologi, dan inovasi bagi masyarakat. Dengan semangat “Kampus Berdampak, Kampusnya Sang Juara!”, UTI siap memperluas kontribusi dan kolaborasi demi terwujudnya desa-desa di Kabupaten Pesawaran yang semakin maju, mandiri, inovatif, dan berdaya saing.