Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kembali mengukir prestasi di tingkat internasional. Dua mahasiswa Program Studi S-1 Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Hafis Yulianto dan Resiana Pahleppi, meraih Juara 1 cabang lomba Web Design dalam ajang Innovation 4 Force 2026 International. Kompetisi ini berlangsung di Politeknik Negeri Lampung pada 14–15 Oktober 2026.

Keduanya meraih gelar tersebut di bawah bimbingan dosen pembimbing, Dr. Heni Sulistiani, M.Kom. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Teknokrat mampu mengembangkan kreativitas, menguasai teknologi digital, dan menghasilkan karya inovatif yang kompetitif di panggung internasional.

Prestasi ini juga memperkuat komitmen UTI dalam membangun lingkungan akademik yang mendorong lahirnya talenta digital, meningkatkan keterampilan praktis, dan menumbuhkan budaya berprestasi di kalangan mahasiswa.

KAMPUS BERDAMPAK !! Universitas Teknokrat Indonesia Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Dinas PMD Pesawaran, Dorong Transformasi Digital Desa

Bersaing dengan Peserta dari Empat Negara

Innovation 4 Force 2026 International merupakan kompetisi inovasi yang diikuti peserta dari empat negara: Indonesia, Malaysia, Kamboja, dan Vietnam. Keragaman peserta menjadikan ajang ini wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kemampuan, bertukar gagasan, dan memperluas wawasan di bidang teknologi dan inovasi.

Pada cabang Web Design, Hafis dan Resiana menempati posisi teratas setelah bersaing dengan peserta dari sejumlah perguruan tinggi. Juara 2 diraih Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM), sedangkan Juara 3 diraih Politeknik Manufaktur Bandung.

Hasil ini menegaskan bahwa mahasiswa Informatika UTI memiliki kompetensi yang mampu bersaing dengan institusi pendidikan dari dalam maupun luar negeri. Lebih dari sekadar kemenangan, capaian ini mencerminkan pentingnya penguasaan teknologi, kreativitas, dan kemampuan menerapkan ilmu untuk menghasilkan solusi digital yang relevan dengan perkembangan zaman.

Web Design: Perpaduan Estetika, Fungsi, dan Pengalaman Pengguna

Penilaian dalam bidang Web Design tidak berhenti pada tampilan visual. Perancangan situs web juga menuntut pemahaman tentang fungsionalitas, kemudahan penggunaan, konsistensi desain, dan pengalaman pengguna (user experience).

Keseimbangan antara estetika dan fungsi merupakan kompetensi penting dalam pengembangan produk digital. Desain web yang baik harus menyajikan informasi secara runtut, memudahkan pengguna menjangkau fitur, dan memberikan pengalaman penggunaan yang efektif.

Melalui kompetisi ini, mahasiswa berkesempatan menguji kemampuan teknis dan kreativitasnya sekaligus membangun kepercayaan diri menghadapi persaingan yang lebih luas. Keberhasilan Hafis dan Resiana juga menunjukkan bahwa pembelajaran yang tidak berhenti pada teori, tetapi diwujudkan dalam karya dan inovasi yang dapat dinilai secara kompetitif, memberi hasil nyata.

Wakil Rektor: Kebanggaan bagi Universitas

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini lahir dari semangat belajar, kreativitas, kerja sama, dan keberanian mahasiswa tampil di tingkat internasional.

“Universitas Teknokrat Indonesia sangat mengapresiasi prestasi yang diraih mahasiswa Informatika dalam ajang Innovation 4 Force 2026 International. Juara 1 Web Design ini menjadi kebanggaan bagi universitas sekaligus bukti bahwa mahasiswa kita memiliki kompetensi, kreativitas, dan daya saing untuk berkompetisi di tingkat internasional,” ujar Mahathir.

Ia menegaskan bahwa universitas akan terus mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan praktis, mulai dari kompetisi, penelitian, dan pengembangan produk digital hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami berharap prestasi ini menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi, berani mencoba, dan tidak ragu mengikuti kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmunya untuk menghasilkan solusi kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Mahathir juga menilai capaian ini sejalan dengan komitmen UTI menyiapkan lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berdaya saing di tengah percepatan transformasi digital.

“Kemenangan ini menjadi pengingat bahwa investasi pada pembinaan mahasiswa, pendampingan dosen, dan dukungan fasilitas pengembangan diri adalah langkah yang tepat. Kami akan terus memberikan ruang dan dukungan agar semakin banyak mahasiswa Teknokrat yang mampu berprestasi dan membawa nama baik kampus, daerah, serta bangsa,” tuturnya.

Peran Dosen Pembimbing dalam Mengembangkan Potensi Mahasiswa

Keberhasilan Hafis dan Resiana tidak lepas dari pembinaan dan pendampingan Dr. Heni Sulistiani, M.Kom. Pendampingan akademik berperan penting dalam membantu mahasiswa mematangkan gagasan, meningkatkan kualitas perancangan, dan menyiapkan karya agar memenuhi standar kompetisi.

Sinergi antara mahasiswa dan dosen turut menciptakan lingkungan akademik yang produktif dan inovatif. Lewat proses bimbingan, mahasiswa memperoleh arahan untuk mengembangkan kemampuan teknis, mengasah kreativitas, dan mengevaluasi mutu karya mereka.

Pengalaman mengikuti kompetisi internasional memberi nilai tambah yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan keilmuan, tetapi juga pembentukan kepercayaan diri, kedisiplinan, kemampuan memecahkan masalah, dan kesiapan menghadapi tantangan profesional. Hal ini sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan perguruan tinggi dalam menyediakan ruang pengembangan potensi mahasiswa, baik melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan di luar perkuliahan yang berorientasi pada prestasi dan inovasi.

Memperkuat Budaya Prestasi dan Daya Saing Global

UTI terus mendorong mahasiswa mengembangkan potensi melalui pembelajaran, pembinaan kompetensi, kegiatan kemahasiswaan, dan keikutsertaan dalam berbagai kompetisi. Prestasi di Innovation 4 Force 2026 International diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berkarya, berinovasi, dan membawa nama universitas ke level yang lebih tinggi.

Bagi Program Studi Informatika, capaian ini menjadi dorongan untuk memperkuat pembelajaran yang membangun keterampilan teknis, kreativitas, pemecahan masalah, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Penguasaan teknologi web dan kemampuan merancang produk digital berkualitas juga membuka peluang kontribusi mahasiswa di berbagai sektor, seperti layanan publik, pendidikan, bisnis, industri kreatif, dan pengembangan usaha berbasis teknologi. Melalui pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, UTI berharap semakin banyak mahasiswa menghasilkan karya yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga bermanfaat nyata bagi masyarakat.

Dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Prestasi ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya pada tiga tujuan berikut.

SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi internasional merupakan bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang memperkuat kompetensi, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Penerapan pengetahuan dan keterampilan secara nyata memperkaya proses pendidikan tinggi.

SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Kompetensi di bidang Web Design merupakan bagian dari pengembangan ekosistem digital yang mendukung inovasi dan transformasi teknologi. Kemampuan merancang solusi berbasis web berpotensi dimanfaatkan untuk mendigitalkan layanan, mengembangkan usaha, menyebarkan informasi, dan meningkatkan efisiensi di berbagai sektor.

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kompetisi yang mempertemukan peserta dari Indonesia, Malaysia, Kamboja, dan Vietnam membuka ruang interaksi lintas negara, pertukaran pengetahuan, dan perluasan jejaring akademik. Pengalaman ini dapat menjadi landasan kolaborasi yang lebih luas dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi teknologi.

Penutup

Melalui prestasi ini, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menegaskan peran pendidikan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global. Keberhasilan Hafis Yulianto dan Resiana Pahleppi membuktikan bahwa pengembangan kompetensi, pendampingan dosen, dan partisipasi dalam kompetisi dapat membuka jalan bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi terbaiknya.

Dengan semangat inovasi, kolaborasi, dan pengembangan kompetensi berkelanjutan, UTI terus berkomitmen menjadi kampus berdampak yang melahirkan generasi unggul, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Universitas Teknokrat Indonesia — Kampus Berdampak, Kampusnya Sang Juara!