Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara 1 Nasional LKTI AGROFEST 2026 Lewat Inovasi Pertanian Berbasis IoT

Bersaing dengan 123 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, tiga mahasiswa Teknik Komputer UTI menghadirkan SI-SEMAI, teknologi persemaian portabel berkapasitas 400 bibit yang dapat dipantau secara real-time melalui smartphone.

BANDAR LAMPUNG — Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim mahasiswa Program Studi S1 Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), berhasil meraih Juara 1 Nasional dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) AGROFEST 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Bangka Belitung pada 5 Oktober 2026.

Baca Juga: MENGGEMPARKAN PANGGUNG NASIONAL !! Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, Gerilyana Tryo Putri Juara Putri Hijabfluencer Indonesia

Prestasi tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul “SI-SEMAI: Teknologi Pertanian untuk Optimalisasi Persemaian Portabel Berbasis Internet of Things (IoT)”. Inovasi ini menawarkan solusi teknologi untuk membantu meningkatkan efektivitas persemaian bibit tanaman melalui pemantauan dan pengendalian kondisi lingkungan secara digital.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi Universitas Teknokrat Indonesia, sekaligus memperlihatkan potensi mahasiswa dalam mengintegrasikan ilmu komputer dan teknologi digital untuk menjawab kebutuhan nyata di sektor pertanian.

Ungguli 123 Tim dari Perguruan Tinggi di Indonesia

LKTI AGROFEST 2026 menjadi ajang kompetisi ilmiah yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi ini diikuti oleh 123 tim yang bersaing melalui gagasan, penelitian, dan inovasi yang dikembangkan masing-masing peserta.

Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 10 tim terpilih sebagai finalis terbaik nasional. Para finalis berasal dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Teknokrat Indonesia, IPB University, Universitas Brawijaya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Politeknik Siber dan Sandi Negara, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, Universitas Bangka Belitung, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan Universitas Hasanuddin.

Pada tahap akhir kompetisi, tim Universitas Teknokrat Indonesia berhasil meraih posisi tertinggi, mengungguli peserta lainnya.

Adapun hasil akhir kompetisi menempatkan Universitas Teknokrat Indonesia sebagai Juara 1, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Juara 2, dan Universitas Brawijaya sebagai Juara 3.

Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Teknik Komputer UTI mampu berkompetisi di tingkat nasional melalui karya ilmiah yang memadukan penguasaan teknologi, kreativitas, dan pemecahan masalah.

Tiga Mahasiswa Teknik Komputer di Balik Inovasi SI-SEMAI

Tim peraih Juara 1 Nasional LKTI AGROFEST 2026 terdiri atas tiga mahasiswa Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Teknokrat Indonesia, yaitu Imam Syaifudin, Desvita Anggraini, dan Ahmad Yusuf Darmansah.

Pengembangan karya tersebut dibimbing oleh Tri Widodo, S.T., M.Kom. Proses pembinaan juga memperoleh dukungan dari Ketua Program Studi S1 Teknik Komputer Yuri Rahmanto, M.Kom., Wakil Dekan III FTIK Qadhli Jafar Adrian, BMM., M.IT., serta Dekan FTIK Dr. Sc. Dedi Darwis, M.Kom., CDSP.

Dukungan dosen dan jajaran fakultas menjadi bagian penting dalam proses pengembangan gagasan, penyusunan karya ilmiah, penguatan aspek teknis, serta persiapan menghadapi kompetisi.

Kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, program studi, dan fakultas tersebut mencerminkan pentingnya lingkungan akademik yang mendorong penelitian, kreativitas, dan pengembangan inovasi mahasiswa.

SI-SEMAI, Inovasi Pertanian Cerdas Berbasis Internet of Things

SI-SEMAI dikembangkan sebagai konsep sistem persemaian portabel yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk membantu menciptakan kondisi pertumbuhan bibit yang lebih terkontrol.

Gagasan ini berangkat dari sejumlah tantangan dalam proses persemaian tanaman, seperti kegagalan pertumbuhan bibit, etiolasi atau pertumbuhan tanaman yang tidak normal akibat kondisi cahaya yang tidak memadai, serangan hama dan penyakit, serta kondisi lingkungan yang kurang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Dalam praktiknya, keberhasilan persemaian sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, termasuk suhu, kelembapan, ketersediaan cahaya, dan kondisi media tanam. Pemantauan yang belum optimal dapat menyulitkan pengguna dalam menjaga kondisi persemaian tetap sesuai kebutuhan.

Melalui SI-SEMAI, tim mahasiswa Teknik Komputer UTI berupaya menghadirkan sistem yang memungkinkan kondisi persemaian dipantau dan dikendalikan secara lebih terukur dengan dukungan perangkat elektronik dan teknologi digital.

Inovasi ini juga memperlihatkan penerapan kompetensi Teknik Komputer dalam bidang pertanian, khususnya melalui integrasi sensor, perangkat keras, sistem kendali, konektivitas, dan pemantauan berbasis teknologi informasi.

Baca Juga: KAMPUS BERDAMPAK !! Dosen dan Mahasiswa Teknokrat Hadirkan Industrial Cyber Security Learning Program untuk Siswa SMK Telkom Lampung

Mampu Menampung 400 Bibit dan Dipantau Melalui Smartphone

Salah satu keunggulan SI-SEMAI terletak pada rancangan sistem persemaian portabel dengan kapasitas hingga 400 bibit dalam satu siklus persemaian.

Sistem ini dilengkapi sejumlah perangkat pendukung, antara lain sensor suhu, sensor kelembapan udara, sensor kelembapan tanah, sensor cahaya, lampu grow light, kipas sirkulasi, serta aktuator untuk mendukung pengendalian kondisi lingkungan.

Keberadaan sensor memungkinkan parameter lingkungan persemaian dipantau secara lebih sistematis. Sementara itu, perangkat pendukung dirancang untuk membantu menjaga kondisi yang dibutuhkan selama proses pertumbuhan bibit.

Keunggulan lainnya adalah kemampuan pemantauan melalui smartphone secara real-time. Dengan fitur tersebut, pengguna dapat memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan persemaian tanpa harus selalu melakukan pemeriksaan langsung.

Integrasi IoT menjadi aspek penting dalam pengembangan SI-SEMAI karena membuka peluang penerapan sistem pertanian yang lebih cerdas, efisien, dan berbasis data. Teknologi ini juga berpotensi membantu pengguna mengambil tindakan berdasarkan informasi kondisi persemaian yang tersedia.

Hasil Pengujian Menunjukkan Potensi Peningkatan Keberhasilan Persemaian

SI-SEMAI tidak hanya dikembangkan sebagai gagasan konseptual, tetapi juga melalui pengujian pada sejumlah jenis tanaman sayuran, yaitu selada, pakcoy, dan bayam.

Berdasarkan hasil pengujian yang dilaporkan oleh tim pengembang, penggunaan SI-SEMAI mampu mempercepat proses persemaian sekitar dua hingga empat hari dibandingkan dengan metode konvensional.

Selain itu, tingkat keberhasilan bibit siap tanam menggunakan sistem tersebut tercatat sebesar 94,6 persen, sedangkan metode persemaian konvensional mencapai 85 persen.

Hasil tersebut menunjukkan adanya potensi peningkatan efektivitas persemaian melalui pemanfaatan teknologi pemantauan dan pengendalian lingkungan. Meski demikian, penerapan lebih luas tetap memerlukan pengujian lanjutan pada kondisi lingkungan, jenis tanaman, dan skala penggunaan yang beragam.

Bagi sektor pertanian, pengembangan teknologi persemaian seperti SI-SEMAI dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu meningkatkan konsistensi pembibitan, mengoptimalkan waktu persemaian, dan mendukung pengelolaan kegiatan budidaya tanaman.

Inovasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa penerapan ilmu komputer tidak terbatas pada pengembangan aplikasi atau perangkat komputasi, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung sektor produktif, termasuk pertanian.

Wakil Rektor UTI Apresiasi Prestasi Mahasiswa

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Imam Syaifudin, Desvita Anggraini, dan Ahmad Yusuf Darmansah dalam meraih Juara 1 Nasional LKTI AGROFEST 2026.

Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang kompetitif sekaligus memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, selamat dan sukses kepada Imam Syaifudin, Desvita Anggraini, dan Ahmad Yusuf Darmansah yang berhasil meraih Juara 1 Nasional LKTI AGROFEST 2026. Prestasi ini sangat membanggakan karena mereka mampu bersaing dengan 123 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Mahathir.

Ia menilai, SI-SEMAI merupakan contoh pemanfaatan kompetensi teknologi untuk mendukung pengembangan sektor pertanian. Integrasi Internet of Things dalam sistem persemaian dinilai membuka peluang bagi mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat praktis.

“SI-SEMAI berbasis Internet of Things merupakan karya yang sangat relevan dengan tantangan pertanian modern. Teknologi seperti ini menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa Teknik Komputer dapat diarahkan untuk menghasilkan solusi yang nyata, efisien, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Mahathir juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Pendidikan Teknokrat, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dekan FTIK, Ketua Program Studi Teknik Komputer, dosen pembimbing Tri Widodo, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pembinaan mahasiswa.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Pendidikan Teknokrat, Bapak Rektor, Dekan FTIK, Kaprodi, dan dosen pembimbing Tri Widodo yang telah mendampingi mahasiswa hingga berhasil menjadi juara nasional. Universitas Teknokrat Indonesia akan terus memberikan dukungan kepada mahasiswa untuk menghasilkan karya inovatif yang berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.

Dorong Peran Mahasiswa dalam Pengembangan Teknologi untuk Masyarakat

Prestasi tim SI-SEMAI menjadi salah satu contoh bagaimana proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Perkembangan teknologi digital membuka peluang penerapan ilmu Teknik Komputer dalam berbagai sektor, mulai dari industri, pendidikan, kesehatan, hingga pertanian. Melalui penggunaan sensor, otomasi, sistem pemantauan, dan pengolahan data, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan solusi yang mendukung efektivitas berbagai aktivitas.

Dalam konteks pertanian, pemanfaatan teknologi digital dapat membantu pengguna memperoleh informasi lingkungan secara lebih terukur dan mendukung pengambilan keputusan dalam proses budidaya. SI-SEMAI menjadi salah satu upaya mahasiswa UTI untuk menerapkan pendekatan tersebut, khususnya pada tahap awal pertumbuhan tanaman.

Pengembangan karya ini juga menegaskan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi turut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian, menguji gagasan, serta mengembangkan solusi berdasarkan persoalan nyata.

Dengan dukungan dosen, program studi, dan fakultas, mahasiswa diharapkan semakin terdorong untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai akademik sekaligus potensi penerapan di tengah masyarakat.

Baca Juga: JUARA NASIONAL !! Tim Wastra Aksara Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara III KMI Award 2026, Angkat Batik Cap Lampung ke Panggung Nasional

Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Inovasi SI-SEMAI memiliki keterkaitan dengan sejumlah tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Pertama, SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger). Pengembangan sistem persemaian yang lebih terukur berpotensi mendukung produktivitas pembibitan tanaman pangan dan sayuran sebagai salah satu bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.

Kedua, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure). Pemanfaatan IoT, sensor lingkungan, dan sistem pemantauan digital menunjukkan penerapan inovasi teknologi untuk mendukung transformasi sektor pertanian.

Ketiga, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production). Pendekatan persemaian yang terukur dapat mendukung upaya penggunaan sumber daya secara lebih efisien, seiring dengan pengembangan dan pengujian lebih lanjut terhadap sistem tersebut.

Keempat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Prestasi ini menggambarkan peran pendidikan tinggi dalam mendorong kemampuan penelitian, berpikir kritis, kreativitas, dan penerapan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat.

Keterkaitan tersebut menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya menghubungkan pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Perkuat Reputasi Universitas Teknokrat Indonesia di Tingkat Nasional

Keberhasilan Imam Syaifudin, Desvita Anggraini, dan Ahmad Yusuf Darmansah meraih Juara 1 Nasional LKTI AGROFEST 2026 menjadi pencapaian penting bagi Program Studi S1 Teknik Komputer dan Universitas Teknokrat Indonesia.

Di tengah persaingan yang melibatkan 123 tim dari berbagai perguruan tinggi, SI-SEMAI berhasil mengantarkan tim UTI ke posisi tertinggi melalui perpaduan gagasan ilmiah, penerapan teknologi Internet of Things, dan kebutuhan pengembangan sektor pertanian.

Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi akademik, melakukan penelitian, mengikuti kompetisi ilmiah, serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa melalui sinergi antara program studi, fakultas, dosen, dan berbagai unsur pendukung akademik. Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan lebih banyak mahasiswa berprestasi yang mampu berkontribusi melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan kreativitas.

Melalui inovasi SI-SEMAI, tim mahasiswa Teknik Komputer UTI menunjukkan bahwa prestasi nasional dapat berjalan seiring dengan upaya mengembangkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Universitas Teknokrat Indonesia — Kampus Berdampak, Kampusnya Sang Juara.

Baca Juga: PKM INTERNASIONAL !! Universitas Teknokrat Indonesia dan UTHM Malaysia Kolaborasi Internasional Edukasi Pengelolaan Air Tanah dan K3L di SMKN 2 Bandar Lampung

#UniversitasTeknokratIndonesia #MahasiswaBerprestasi #MahasiswaBerdampak #TeknikKomputer #LKTIAGROFEST2026 #InovasiTeknologi #InternetOfThings #KampusBerdampak