Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Serahkan Inovasi Infus Detector dan Alat Peraga Detak Jantung Janin ke Poltekkes Bengkulu

Inovasi karya mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan kesehatan, pengembangan teknologi berkelanjutan, serta penerapan Sustainable Development Goals (SDGs).

 

Bandar Lampung – Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Hafis Nashwan Abdillah, angkatan 2023, berhasil menghasilkan inovasi teknologi berupa Infus Detector dan alat peraga praktikum suara detak jantung janin. Kedua inovasi tersebut diserahkan kepada Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Bengkulu sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung pengembangan sarana pembelajaran dan praktikum di bidang kesehatan.

 

Penyerahan karya ini menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam menghadirkan solusi teknologi yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung proses pembelajaran di institusi pendidikan kesehatan.

Baca juga : KAMPUS BERDAMPAK !! Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Seminar dan Tryout TKA di SMA Perintis 2 Bandar Lampung, Perkuat Kesiapan Akademik Siswa

Infus Detector merupakan inovasi yang dikembangkan untuk membantu mendeteksi kondisi cairan infus, sedangkan alat peraga praktikum suara detak jantung janin dirancang untuk mendukung pembelajaran mengenai pemahaman suara detak jantung janin. Kehadiran kedua inovasi ini diharapkan dapat memperkaya fasilitas praktikum serta memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif bagi mahasiswa kesehatan.

 

Kolaborasi antara mahasiswa Teknik Elektro UTI dan Poltekkes Bengkulu tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi lintas disiplin ilmu dalam mengembangkan teknologi yang dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung pendidikan dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

 

Mendukung SDG 4 : Pendidikan Berkualitas

Pengembangan dan penyerahan alat peraga praktikum ini sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Inovasi teknologi yang dihasilkan mahasiswa dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran berbasis praktik, sehingga mahasiswa kesehatan memiliki kesempatan untuk memahami materi secara lebih konkret dan aplikatif.

Kegiatan ini juga mencerminkan peran perguruan tinggi dalam mendorong kreativitas, keterampilan pemecahan masalah, dan penerapan ilmu pengetahuan melalui karya inovatif yang memberikan manfaat bagi institusi pendidikan lainnya.

 

Mendorong Inovasi Berkelanjutan dan Green Campus

Selain mendukung pendidikan berkualitas, pengembangan teknologi yang berorientasi pada kebutuhan nyata juga sejalan dengan prinsip keberlanjutan (sustainability). Pemanfaatan alat peraga untuk kegiatan praktikum berpotensi mendukung pembelajaran yang lebih efektif melalui penggunaan sarana teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan.

 

Dari perspektif green campus, kegiatan ini memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun budaya inovasi, pemanfaatan ilmu pengetahuan, dan pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Meskipun inovasi ini tidak secara langsung berkaitan dengan pengurangan dampak lingkungan, pengembangan karya mahasiswa yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kampus yang inovatif dan berkelanjutan.

 

Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik dan keterampilan praktis melalui penciptaan karya yang dapat diterapkan di berbagai bidang. Kolaborasi dengan institusi pendidikan lain diharapkan dapat memperluas pemanfaatan inovasi mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.

 

Melalui karya Infus Detector dan alat peraga praktikum suara detak jantung janin, mahasiswa Teknik Elektro UTI menunjukkan bahwa inovasi di bidang teknologi tidak hanya menjadi sarana pengembangan kompetensi, tetapi juga dapat berkontribusi dalam mendukung pendidikan berkualitas dan pembangunan berkelanjutan.

 

Inovasi mahasiswa bukan sekadar karya akademik, melainkan langkah nyata untuk menghadirkan teknologi yang bermanfaat bagi pendidikan, masyarakat, dan masa depan yang berkelanjutan.