KAMPUS BERDAMPAK !! Dosen dan Mahasiswa Teknokrat Hadirkan Industrial Cyber Security Learning Program untuk Siswa SMK Telkom Lampung

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), ASEAN’s Best Private University dan Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Sumatera, terus menunjukkan komitmennya sebagai kampus berdampak melalui kontribusi aktif dalam penguatan pendidikan vokasi, khususnya pada bidang teknologi informasi dan keamanan siber.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Universitas Teknokrat Indonesia sebagai guru tamu dalam program Industrial Cyber Security Learning Program yang digelar oleh SMK Telkom Lampung untuk siswa Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Konsentrasi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Baca Juga: MEMBANGGAKAN !! Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Alifia, Terpilih Menjadi Top Model Putri Hijabfluencer Indonesia 2026

Program ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis industri yang mengintegrasikan kompetensi dasar siswa dengan penerapan keamanan siber dalam lingkungan dunia usaha dan dunia industri. Melalui program tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik dalam menangani berbagai persoalan keamanan jaringan.

Kegiatan dilaksanakan setiap hari mulai pukul 09.45 WIB hingga selesai dan berlangsung dalam dua tahapan, yaitu pembelajaran daring dan luring.

Pembelajaran Daring Bekali Siswa dengan Wawasan Industri

Tahap awal program dilaksanakan secara daring melalui MyLMS pada 22–25 September 2026. Sesi pembelajaran ini mengangkat fokus Knowledge & Industrial Insight, yang bertujuan memberikan pemahaman awal mengenai dunia keamanan siber sekaligus memperkenalkan siswa pada kebutuhan industri.

Pada 22 September 2026, siswa diperkenalkan pada penerapan keamanan siber di lingkungan industri. Materi juga membahas berbagai profesi yang tersedia di bidang cyber security serta peluang dan jalur karier yang dapat dikembangkan oleh siswa di masa mendatang.

Kemudian, pada 23 September, pembelajaran berfokus pada pengenalan terhadap berbagai bentuk ancaman dan serangan siber. Siswa mempelajari beberapa jenis serangan, seperti malware, phishing, brute force, credential attacks, serta DoS/DDoS.

Materi berlanjut pada 24 September dengan pembahasan mengenai dasar-dasar keamanan jaringan. Siswa diperkenalkan dengan konsep firewall, access control, network segmentation, hingga server hardening sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan infrastruktur jaringan.

Sementara itu, pada 25 September, siswa mulai memahami konsep dasar security assessment. Pembelajaran mencakup proses identifikasi aset, dokumentasi temuan keamanan, penilaian risiko, penyusunan langkah mitigasi, hingga tahapan verifikasi.

Agar pembelajaran lebih aplikatif, setiap sesi dilengkapi dengan studi kasus, kuis, refleksi, dan tugas analisis. Metode tersebut membantu siswa menghubungkan materi yang dipelajari dengan situasi yang dapat ditemukan dalam lingkungan kerja sekaligus mempersiapkan mereka sebelum mengikuti sesi praktik.

Hands-on Cyber Security Lab Berikan Pengalaman Praktik

Setelah menyelesaikan tahap pembelajaran daring, siswa memasuki sesi kedua yang dilaksanakan secara luring di lingkungan SMK Telkom Lampung.

Pada 28 September 2026, siswa mengikuti kegiatan Hands-on Cyber Security Lab dengan memanfaatkan jaringan simulasi. Dalam sesi praktik ini, siswa mengikuti alur kerja keamanan siber melalui tahapan Identify → Analyze → Assess → Mitigate → Verify.

Berbagai aktivitas teknis dilakukan secara langsung, mulai dari network discovery, identifikasi layanan, dokumentasi temuan keamanan beserta bukti pendukung, basic hardening, hingga konfigurasi firewall dan access control.

Melalui praktik tersebut, siswa memperoleh pengalaman dalam memahami proses identifikasi, analisis, dan penanganan permasalahan keamanan secara bertahap dan sistematis.

Seluruh kegiatan praktik dilakukan menggunakan lingkungan laboratorium yang terkontrol. Dengan demikian, proses pembelajaran tetap mengedepankan aspek keamanan, etika, dan tanggung jawab yang menjadi prinsip penting dalam mempelajari cyber security.

Mini Project Dorong Kemampuan Problem Solving Siswa

Tahapan berikutnya berlangsung pada 29 September 2026 melalui kegiatan Mini Project: Secure the Network. Dalam kegiatan ini, siswa dibagi ke dalam kelompok dan diberikan skenario permasalahan keamanan jaringan yang harus mereka identifikasi serta selesaikan.

Setiap kelompok melakukan analisis terhadap permasalahan yang ditemukan, menentukan langkah perbaikan, kemudian menyusun laporan security assessment berdasarkan proses dan hasil pekerjaan mereka.

Kegiatan tersebut tidak hanya menguji kemampuan teknis siswa, tetapi juga melatih kemampuan mereka dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan keamanan secara kolaboratif.

Program kemudian ditutup pada 30 September 2026 melalui kegiatan presentasi kelompok, tanya jawab, serta pemberian ulasan dan umpan balik oleh para pemateri dari Universitas Teknokrat Indonesia.

Melalui sesi tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya sekaligus mempertanggungjawabkan analisis dan solusi yang telah mereka susun.

Project Based Learning Bentuk Kompetensi dan Portofolio

Industrial Cyber Security Learning Program menerapkan pendekatan Project Based Learning (PjBL) dengan komposisi pembelajaran yang terdiri atas 30 persen konsep, 20 persen studi kasus, 40 persen praktik dan proyek, serta 10 persen refleksi dan diskusi.

Porsi praktik dan proyek yang lebih besar dirancang agar proses pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori. Siswa diberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui penyelesaian permasalahan yang menyerupai kondisi di dunia kerja.

Pendekatan tersebut sekaligus mendorong pengembangan berbagai kompetensi nonteknis, seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, kerja sama tim, komunikasi, kemampuan analisis, dan penyusunan laporan teknis.

Hasil mini project serta laporan security assessment yang dihasilkan siswa juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari portofolio pembelajaran. Portofolio tersebut dapat menjadi bukti pengalaman dan kompetensi siswa ketika melanjutkan pendidikan maupun mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Mahathir: Keterlibatan UTI Wujud Nyata Kampus Berdampak

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan dosen dan mahasiswa UTI dalam pelaksanaan Industrial Cyber Security Learning Program di SMK Telkom Lampung.

Menurut Mahathir, kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Teknokrat Indonesia untuk berkontribusi sebagai guru tamu menunjukkan bahwa kompetensi akademik dan pengalaman praktis yang dimiliki sivitas akademika UTI dapat memberikan manfaat secara langsung bagi pendidikan vokasi.

“Kami sangat bangga dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dipercaya SMK Telkom Lampung untuk berkontribusi sebagai guru tamu dalam Industrial Cyber Security Learning Program. Ini merupakan bukti nyata bahwa UTI sebagai kampus berdampak tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi pendidikan vokasi,” ujar Mahathir.”

Ia juga menilai materi From Cyber Security Fundamentals to Industrial Security Assessment memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri saat ini.

“Materi From Cyber Security Fundamentals to Industrial Security Assessment sangat relevan dengan kebutuhan DUDI saat ini. Keamanan siber menjadi kompetensi yang semakin penting seiring berkembangnya transformasi digital. Kolaborasi seperti ini menjadi jembatan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri sehingga siswa memiliki gambaran yang lebih nyata mengenai kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja,” tambahnya.

Selain dosen, keterlibatan mahasiswa UTI juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Mahathir menyebut pengalaman tersebut dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan profesional sekaligus berbagi pengetahuan kepada siswa.

“Kami ingin mahasiswa Teknokrat tidak hanya menjadi peserta pembelajaran, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Keterlibatan mereka bersama dosen dalam kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat baik untuk membangun kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, dan tanggung jawab profesional,” ungkapnya.

Dorong Link and Match antara Pendidikan dan Industri

Partisipasi Universitas Teknokrat Indonesia dalam Industrial Cyber Security Learning Program menjadi salah satu bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat konsep link and match antara perguruan tinggi, pendidikan vokasi, dan dunia industri. Sinergi tersebut penting untuk memastikan kompetensi yang diperoleh siswa tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan lapangan kerja.

Bagi siswa SMK Telkom Lampung, program ini memberikan perspektif yang lebih luas mengenai pengembangan kompetensi jaringan komputer menuju bidang cyber security dan security assessment.

Sementara bagi Universitas Teknokrat Indonesia, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas kontribusi akademik sekaligus memperkuat jejaring kerja sama dengan institusi pendidikan yang memiliki fokus pada teknologi dan telekomunikasi.

Kolaborasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kegiatan, seperti pembelajaran bersama, pelatihan, sertifikasi, proyek teknologi, maupun program pengembangan kompetensi yang mempertemukan kebutuhan pendidikan dengan dinamika dunia industri.

Berkontribusi pada Pencapaian Sustainable Development Goals

Pelaksanaan Industrial Cyber Security Learning Program juga sejalan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Pada aspek SDG 4: Pendidikan Berkualitas, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. Pembelajaran berbasis industri memberikan pengalaman tambahan kepada siswa untuk memahami perkembangan teknologi sekaligus mengenali kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.

Program ini juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pembekalan kepada 60 siswa mengenai keamanan jaringan, cyber security, dan security assessment. Kompetensi tersebut menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi kebutuhan tenaga profesional di bidang teknologi informasi dan keamanan digital.

Sementara itu, penerapan Project Based Learning dengan porsi 40 persen praktik dan proyek mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pembelajaran yang menitikberatkan pada praktik membantu siswa memahami teknologi secara aplikatif sekaligus mengembangkan kemampuan dalam menyelesaikan persoalan keamanan infrastruktur digital.

Adapun kolaborasi antara Universitas Teknokrat Indonesia dan SMK Telkom Lampung turut merepresentasikan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sinergi antara perguruan tinggi dan pendidikan vokasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu merespons perkembangan kebutuhan industri.

Siapkan Generasi Muda Menghadapi Tantangan Keamanan Digital

Industrial Cyber Security Learning Program di SMK Telkom Lampung menjadi salah satu contoh kolaborasi pendidikan yang mampu menghadirkan pengalaman belajar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Melalui kontribusi dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, siswa mendapatkan pengalaman pembelajaran yang utuh, mulai dari memahami ancaman siber, mempelajari keamanan jaringan dan security assessment, melakukan praktik di laboratorium, hingga menyelesaikan proyek keamanan jaringan secara berkelompok.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk terus mengembangkan kompetensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia usaha dan industri yang semakin bergantung pada teknologi serta sistem digital.

Universitas Teknokrat Indonesia akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dan dunia industri sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan yang relevan, aplikatif, dan berdampak.

Melalui sinergi tersebut, UTI berupaya berkontribusi dalam membentuk sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, beretika, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital.

Kampus Berdampak, Kampus Sang Juara!